Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Suka Jessica Mila, Putra Bungsu Jokowi Tolak Cinta Anak Menteri

Gambar
Jessica Mila | via jppn.com Sejarah tak selamanya akan berulang pada lokasi dan tempat yang sama. Sejak Ayahnya dilantik menjadi Presiden RI ke-7, anak presiden Jokowi kerap jadi pembicaran pengguna media sosial karena tulisannya yang lucu ala anak muda era sekarang yang mengaku jomblo dan alay. Adalah Kaesang Pengarep [20], putra bungsu Joko Widodo ini mengaku seorang jomblo dan kerap dengan galau. Sosok Kaesang sebagai seorang pengguna akun twitter yang sangat aktif saat ini, dia juga aktif sebagai blogger di misterkacang.blogspot.com. Tulisan tulisanya konyol dan khas ala remaja yang galau tentang cerita cerita kesehariannya ditulis diblog itu. Sejak publik tau sosoknya, pemilik akun @kaesangp sering melontarkan twet-twet konyol yang membuat followernya tertawa. Misalnya pada malam Sabtu 31 Oktober 2014, Kaesang membalas twet dari sebuah akun yang mensyennya tentang anak gadis Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti. Menurut berita dari liputan9.com, Nadine Kaiser gadis rem...

Ini Tentang Menteri Agama Pro Jomblo

Gambar
Saya menulis catatan ringan ini sebagai apresiasi saya kepada Presiden Jokowi_Jusuf Kalla dan timsesnya mempercayakan Menteri Agama RI kembali kepada Lukman Hakim Saifuddin. Ini Hebat. Pepatah klasik menyebutkan, buah jatuh tidak jauh dari batang pohonnya. Itulah gambaran yang cocok untuk Lukman Saifuddin. Ayahnya KH. Saifuddin Zuhri pernah jadi menteri agama era presiden Sukarno. Sejak kecil Lukman sudah dibesarkan dalam pendidikan pesantren di Bayumas-Jateng. via sulteng.kemenag.go.id Saya angkat jempol atas sosok Menag ini. Sejak kecil Lukman tumbuh dalam didikan kalangan Nahdhatul Ulama. Lukmaan menjadi anggota DPRI sejak tahun 1997, berlanjut ke periode-periode selanjutnya. Periode 2009-2014 Lukman pernah menjadi Wakil MPR. Jelang 3 bulan habis masa SBY, Lukman diangkat menjadi Menteri Agama, menggantikan Surya Dharma Ali [SDA] ketua umum partainya yang mundur pasca KPK menetapkannya sebagai tersangka korupsi. Satu satunya Menteri era SBY  yang kembali jadi menteri adalah Luk...

The Brief Wondrous Life of Oscar Wao, Junot D�az

Gambar
Fuk�. Begitu D�az memulai prolog The Brief Wondrous Life of Oscar Wao. Belakangan, barulah �diterangkan� bahwa jargon yang berarti �kutukan� ini sebetulnya adalah plesetan dari Fuck U, atau setidaknya saya menganggapnya begitu . Tokoh utama, Oscar Wao (bernama asli Oscar, tambahan Wao ia dapatkan saat diejek oleh teman-teman Yunior, narator dalam novel ini) adalah anak bungsu dari sebuah keluarga Dominican yang dipercaya memiliki kutukan. Fuk�. Kutukan itu diwariskan dari generasi ke generasi. Sebelum tiba di kehidupan pribadi Oscar, kutukan tersebut terlebih dahulu dialami oleh kakak, ibu, nenek, dan kakek Oscar. The Brief Wondrous Life of Oscar Wao adalah sebuah kisah yang saya terjemahkan sebagai dongeng tentang perjalanan sebuah kutukan. Pertama kali saya membaca tulisan Junot D�az adalah kumpulan cerpennya berjudul This Is How You Lose Her (2013) . Buku itu memuat kalau tidak salah delapan cerpen, seluruhnya tentang kisah cinta yang dibungkus isu-isu transmigran. Junot D�az punya...

Aceh Diminta Dekati Kabinet Kerja

Gambar
via acehkita.co BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Pemerintah Aceh diminta untuk membangun komunikasi intensif dengan Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk keberlangsungan pembangunan dan perdamaian Aceh. Pendapat itu disampaikan mahasiswa dan aktivis Aceh saat dimintai komentarnya mengenai Kabinet Kerja yang dilantik Jokowi siang tadi. Direktur Masyarakat Transparansi Aceh (Mata) Alfian menyebutkan Aceh memiliki peluang besar untuk memajukan pembangunan dan perekonomian. Apalagi, Sofyan A. Djalil yang berasal dari Aceh mengomandoi Kementerian Koordinator Perekonomian. "Yang penting, Pemerintah dan DPR RI serta senator asal Aceh sejauh mana mereka memperjuangkannya," ujar Alfian kepada acehkita.co, Senin (27/10/2014). Alfian berharap Aceh tak menjadi lahan bagi politikus di Aceh dan Jakarta untuk meraup keuntungan secara politis dan ekonomi. "Karena pengalaman selama ini, Aceh selalu menjadi obyek para politisi busuk di Aceh dan pusat, terutama sec...

The Little Prince, Antoine de Saint-Exup�ry

Gambar
Buku yang baik, setidaknya menurut saya, adalah buku yang berlakon seperti kristal. Ia memiliki fragmen-fragmen, dan ketika dibaca dari sudut yang berbeda, maka ia akan memantulkan hal-hal yang berbeda pula. Buku yang baik juga seperti sebuah diorama, ia tampak beku, diam, dan tetap, namun jika kita melihatnya pertama kali saat berusia 5 tahun, dan melihatnya lagi saat kita sudah berusia 30 tahun, kita akan menemukan sesuatu yang baru, yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Sensasi semacam itulah yang saya rasakan saat membaca The Little Prince, karangan Antoine de Saint-Exup�ry. Saint-Exup�ry adalah pengarang berkebangsaan Perancis, salah satu yang paling diingat di antara penulis-penulis pada angkatannya, dan masih dikenang hingga sekarang karena buku dongeng semi-otobiografi yang terbit pasca kematiannya ini. The Little Prince bercerita tentang seorang pilot yang terdampar di gurun pasir karena mesin pesawatnya rusak. Di ambang sadar dan tak sadar, ia mendengar suara seseorang yan...

Kafka on the Shore, Haruki Murakami

Gambar
Saya pernah berkata kepada seseorang, dalam usaha membuat ia tertarik membaca novel pengarang yang sedang sangat saya gandrungi. Saya bilang kepadanya: Membaca Haruki Murakami itu harus sabar dan ikhlas, jangan memiliki prasangka dan dugaan-dugaan, juga tidak perlu menggotong-gotong wawasan luas yang sudah kamu miliki. Lepaskan ekspektasi dan apapun yang biasanya kau sematkan pada buku yang sedang kau baca, lepaskan itu semua, karena hanya dengan demikian kau bisa menikmati dan mendapatkan intisari dari tulisan-tulisan Murakami. Membaca novel-novel Murakami itu ibarat memasuki dunia yang benar-benar berbeda, sekaligus sebenarnya tidak sangat-sangat berbeda (ini biasanya hanya bisa dipahami jika telah menyampai separuh jalan cerita). Namun, sebelum mulai membaca, kita harus mengosongkan isi gelas, melepaskan prinsip-prinsip dan nilai-nilai dan ukuran-ukuran yang selalu kita pakai untuk mendakwa setiap buku yang pernah kita baca sebelumnya, karena niscaya nilai-nilai dan ukuran-ukuran it...