Postingan

Etika Berbahasa di Media Sosial

Gambar
Berbahasa di media sosial semisal facebook, twitter, chatting yahoo messenger sering dilakukan dengan bahasa yang tidak baku oleh pengguna akun tersebut. Tentu saja tidak salah memang dengan hal itu dilakukan, sebab dunia maya sering tidak jelas siapa dan di mana posisi lawan bicara. Walaupun banyak juga orang yang sudah berinteraksi dan bertemu di dunia nyata, dan berlanjut komunikasi ke dunia maya (media sosial). Bahasa di media sosial bukanlah bahasa resmi sebagaimana menulis artikel karya ilmiah, makalah, jurnal, skripsi dan thesis. Saya selalu berusaha menulis status facebook, twitter sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kalaupun disingkat tentu dengan memilih singkatan yang membuat pembaca mudah memahami maksudnya. Misal untuk singkatan; dengan = dgn, tidak = tdk, klu = kalau, yg = yang, utk = untuk, sy = saya, dan lain sebagainya. Saya paling sering membaca tulisan orang di media sosial untuk hal yang sama sekali tidak menggunakan bahasa/ kata yang baik dan benar. I...

Aceh, Masih Gelap

Gambar
Akhir akhir ini Banda Aceh panas bukan kepalang. Jika kita melintas di jalan-jalan protokol Banda Aceh akan sangat terasa sekali panasnya. Hawa panas dari asap kendaraan bermotor yang saban hari bertambah di Banda Aceh, sedangkan pohon pohon di pinggir jalan tak membuat para pengguna jalan adem ayem ketika melintas di jalan raya. Hujan juga tidak turun dalam beberapa hari ini. Kemarin pernah sekali mendung, tapi tak hujan. Jika keseringan hujan, maka kita juga mengeluh karena tak bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Jika panas, juga menjadi alasan kita mengeluh pada alam yang semakin tak berteman. Lalu, bagaimana Tuhan harus memberikan kepada manusia yang semakin hari semakin serakah saja di dunia ini? Amarah saya memuncak ketika berkali-kali waktu sedang melakukan sebuah pekerjaan yang berkaitan dengan penggunaan arus listrik. Apalagi jika malam hari, kita hanya bisa duduk terpaku menatap sebatang lilin kecil sambil sesekali menyumpah serapah kepada PLN (apa ini berdosa?). Ketika L...

SAMIR

SAMIR melangkah pasti ke arah rumahnya. Tak menghiraukan gerak  orang orang lalu lalang. Kelihatan ia galau. Aku melihatnya untuk yang terakhir kali selepas kami pamit pulang setelah mengikuti mata kuliah bahasa Inggris. Bagi Samir, bahasa Inggris itu tidaklah penting dipelajari. Tapi matakuliah yang memaksakannya harus mengikuti sampai tuntas dan lulus.  �Itu bahasa orang kafir� begitu titah neneknya yang selalu menjadi alasannya. Selang seminggu, aku tak melihat Samir di kampus. Beberapa kali aku ke kostnya di kawasan yang tak seberapa jauh dengan kampus. Kabar buruk kudengar, Samir menghilang selepas kami pulang kuliah. Sore waktu  itu hujan  deras. Aku sudah menghubungi orang orang terdekatnya. Menelpon keluarganya di kampung juga tidak mendapatkan kabar baik. Semua orang gundah dan rasa penasaran mencari keberadaaan Samir. Kalaupun dia diculik, belum juga aku mendengar kabar berita dari koran-koran kampung kami. Beberapa temannya di kampung bahkan...

Surat Cinta Untuk Walikota

sumber: atjehpost.com | 7 Mei 2011 Salam manis air tebu, salam rindu air mata. Salam bahagia dan sejahtera untuk kita semua. Kehadapan yang terhormat Bapak Walikota Banda Aceh Insyiur Mawardi Nurdin, M.Eng, Sc di kawasan kota tua yang kumuh dan padat. Tak luput hormat saya yang tiada dua kepada Bunda Hajjah Illiza Sa'aduddin Djamal Sarjana Ekonomi di kota Bandar Wisata yang katanya islami. Pejabat yang satu-satunya Wakil Walikota/Bupati di Aceh yang perempuan. Kebanggaan Bunda menjadi perwakilan perempuan di jagat pemegang kekuasaan merupakan juga kebanggaan saya sebagai lelaki yang membela dan mencintai  ibu saya yang perempuan tentunya. Pak Wali, tanpa bermaksud menjatuhkan reputasi Bapak sebagai pemimpin di kota Banda Aceh ini, saya menulis surat ini ke hadapan Bapak sekedar meluapkan isi curahan hati saya yang mendalam. Melebihi dalamnya lubang drainase di sepanjang jalan jalan di kota kita yang ramai pendatang. Seiring waktu saya yang semakin suntuk dan ribut oleh...

3 Comic Meme Lucu Berbahasa Aceh

Gambar
Hadirnya media sosial sekarang ini membuat orang kreatif begitu mudahnya bikin comic meme lucu dan menggemaskan. Berikut ini beberapa comic meme lucu berbahasa Aceh yang saya dapatkan dari facebook, twitter dan milis. Mohon izin penggunaan gambar ini, karena saya tidak tau darimana awalnya berasal, tidak disebutkan sumber yang awal mula menciptakan comic meme tersebut. 1. Sosok Sudirman alias Haji Uma , tokoh dalam film komedi berepisod Eumpang Breuh yang berperan antagonis itu disandingkan dengan Jowo Widodo Gubernur DKI Jakarta. Dalam gambar dengan latar belakang gedung DPR/MPR itu yang telah diedit, Haji Uma mengarahkan parang ke Jokowi dengan berkata "Pegauh Yang Beutoi Yoh Golom Kutak" (kasih tau yang benar, sebelum saya parang) Tentu saja itu cuma dialog imajiner lucu dari Haji Uma, yang dibuat kreatif oleh orang yang tidak diketahui. Hampir semua orang dari anak-anak sangat mengenal karakter Haji Uma yang beberapa waktu lalu telah terpilih sebagai anggota Dewan Perwak...

Yuk Nonton Pementasan Sandiwara LUKA POMA

Gambar
#cerpen-night, Banda Aceh - Anda penikmat seni teater atau penasaran dengan aktor-aktor dari teater Rongsokan? Jangan lewatkan pementasan sandiwara "Luka Poma" yang akan digelar pada 8 dan 9 Juni 2014 di Taman Budaya Banda Aceh. Acara itu diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rongsokan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry. @ teaterrongsokan Pementasan sandiwara "Luka Poma" sebuah karya dari Almarhum Maskirbi, seniman teater Aceh  yang meninggal pada gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Komunitas Teater Mahasiswa (KTM) Rongsokan yang ke-13. Kamarullah, seorang pegiat Teater Rongsokan menulis di dinding facebook Teater Rongsokan Aceh tentang pementasan itu. " Usiamu kini telah beranjak 13 tahun, masih muda memang. Kami tak mampu membuat sebuah acara yang hebat untuk memperingati hari kelahiranmu. Yang kami sanggupi hanya sebuah pementasan kecil dari karya sang seniman Aceh...

[ manuskrip ] sarif & nur

Gambar
Nyaris setahun yang lalu, editor saya di penerbit Bukune (sekarang ia sudah pindah ke penerbit GagasMedia, masih satu kelompok penerbit), Widyawati Oktavia mengirimi saya surel yang isinya tentang ajakan untuk sebuah proyek novel. Nama proyek tersebut adalah �Love Cycle�. Konsepnya sederhana: Enam penulis membuat novel yang jika disusun maka akan menjadi urut-urutan konflik yang biasanya dialami dalam sebuah relationship. Saya mendapat urutan di tengah, yang artinya saya diminta menulis novel tentang konflik pada saat relationship itu sedang dibangun alias masa-masa pacaran. Dalam hati saya protes. Pasalnya, pada saat itu saya sedang single . Proyek ini sebetulnya adalah proyek kedua yang ditawarkan Iwied (panggilan akrab Widyawati Oktavia) kepada saya. Dengan berbagai alasan, proyek pertama gagal saya kerjakan. Di proyek �Love Cycle� ini, saya bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa. Maka, saya mulai menulis. Tahap pertama adalah melaksanakan riset. Saya sempat melakukan beberapa s...