Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

KNPI; Dari Musda ke Musda

Gambar
tulisan ini telah dimuat di atjehpost.com [Muhadzdzier M. Salda; Bergiat di Syndicate Sastra Kedai Kupi, Anggota Jama�ah di Forum Diskusi Serikat Pemuda Gampong (SPG)] MUSYAWARAH Daerah (Musda) XII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh pada tanggal 28-30 Juni 2013 dilaksanakan di Banda Aceh. Saya ingin menulis beberapa hal tentang organisasi kepemudaan yang selama ini sering dan jadi mitra bagi pemerintah. Sebelumnya menarik ketika saya membaca status facebook di akun Risman Rachman pada Selasa, 18 Juni 2013. Risman menulis: �Menurut saya KNPI Aceh di bubarkan saja. Benarkah? Jika posisinya sbg mitra pemerintah Aceh sudah ada KMPA atau OKP lainnya yang selama ini mendukung pemerintah Aceh. Jika posisinya sbg mitra kritis pemerintah maka pamor KNPI bakal kalah kritis dari gerakan mahasiswa dan OKP lain yang berafiliasi dengan partai yang mengambil sikap kritis. KNPI Aceh baru dibutuhkan manakala mampu merumuskan POSISI BARU yang mampu menawarkan gagasan cerdas yang mengatasi gaga...

Polwan Aceh dan Larangan Berjilbab

Gambar
Ditengah paksaan mata kita menonton dan membaca berita tentang infotaiment para artis yang cuma bisa mengandalkan kepupoleran semata dan merusak pendidikan generasi kaum muda Indonesia, atau issu tentang naiknya Bahan Bakar Minyak, serta makin terkuaknya kasus suap daging sapi oleh elit PKS, mari kita lihat sejenak tentang issu Polri yang melarang Polisi Wanita (polwan) dilarang menggunakan jilbab ketika sedang berdinas. Berita tentang larangan ini semakin menarik, kala Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Wakil Sekretaris Jenderal MUI KH Tengku Zulkarnaen akan membawa masalah ini sampai ke Mahkamah Konstitusi. Saya mendukung apa yang dilakukan oleh MUI tersebut. Kita juga apresiasi kepada Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), yang menyebutkan larangan Polisi Wanita berjilbab adalah melanggar HAM. Iya, ramai diantara kita tentu sepakat bahwa larangan berjilbab melanggar HAM! Foto Atra bak google | Ist Berita tentang polwan berjilbab mencuat ketika seorang polwan bertugas di jajaran Polda Ja...

Qanun Tabung Pohon Bagi Calon Pengantin di Aceh, Kenapa Tidak?

Gambar
[telah dimuat di www atjehlink.com] POHON begitu bermanfaat bagi keberlangsungan hidup manusia. Manfaat pohon begitu besar menyumbang keseimbangan alam dimuka bumi ini. Selain untuk sumber makanan bagi manusia, pohon ternyata dapat menjadi penyaring udara yang kotor dari polusi. Pohon juga dapat menyimpan air yang banyak, tempat menyerap air dikala curah hujan tinggi. ilutrasi tanam pohon Menabung pohon merupakan hal yang menjadi tanggung jawab bagi semua umat manusia, yang (disadari atau tidak) hidupnya sangat bergantung dengan alam. Pohon sebagai bagian dari alam mesti dijaga dan ditata dengan baik demi keberlangsungan makhluk hidup dimuka bumi. Lalu bagaimana kita bisa mengajak manusia untuk terus peduli pada bumi dengan menabung pohon? Inilah yang menjadi tantangan bagi kita semua perangkat pemangku kebijakan, semua manusia adalah khalifah dimuka bumi. Sebagai Khalifah, maka menanam pohon adalah salah satu hal yang harus terus dikampanyekan. Sudah menjadi kewajiban bagi manusia s...

Saya, Tiga Puluh Tahun Lalu [3]

AGAK sulit ternyata menulis soal catatan masa lalu dalam sebuah catatan yang rapi dan enak dibaca, aku kurang sekali bisa mengingat dengan baik semisal ada dialog didalam, biar cerita benar benar kuat. Ini adalah upaya melawan lupa, sekecil apapun itu. Tapi kupikir tidak menjadi alasan yang tiba tiba bikin aku harus berhenti menulis disitu. Beberapa hal yang masih terekam dan menjadi kenangan yang baik ataupun buruk sekalipun mesti kucatat. Paling tidak nantinya, tidak lagi bersusah payah berbual bual pada anak nantinya. Biar dia baca seperti apa karena ada sebuah rekaman masa lalu yang suram dan menyenangkan dari seorang ayahnya(Alay ya? Hadeeeuh!) Saya sekolah MIN cuma sampai kelas 5. Waktu naik kelas 6 harus pindah ke SD. Karena waktu itu ada semacam �ancaman� dari dinas pendidikan kecamatan yang menegur ayah karena tidak ada satupun anaknya yang sekolah di SD, sedangkan ayah adalah guru SD. Kalian dapat bayangkan, waktu itu masa-masa orde baru (Soeharto). Sekolah agama sangat di ...

Saya, Tiga Puluh Tahun Lalu [2]

Tidak dapat ku hitung berapa kali saya kena rotan yang terbelah tujuh dari Ayah, setiap ada kesalahan berat, selalu saja kena. Seringnya menerima hukuman pada sore hari, yang paling di benci dan sering mendapat hukuman adalah kalau tidak shalat ashar, karena lalai bermain atau mandi disungai. Maka sore harinya sebelum magrib, aku disuruh berdiri di sumur, kalau tidak shalat itu kenak pukul rotan sampai 5 kali. Disuruh hitung sendiri lagi. Ayah tidak pernah menampar atau memukul di punggung, selalu dipukul di betis, atau di telapak tangan. Waled bilang, itu yang di pukul adalah jin yang singgah pada tubuh saya. Makanya diusir, tapi ayah orangnya bisa memukul dengan tanpa emosi. Ada jeda ketika dipukul dengan rotan, ditanya apa ada sakit? Kalau jawab iya, maka ayah bilangnya ini cuma baru sedikit dari laknat kepada orang orang yang malas shalat. Satu yang aku bangga: Waled tidak pernah menampar, tidak pernah memukul di punggung, selalu di betis. Sekarang aku rindu sekali kenal pukul den...

Anak Muda

Gambar
Yang muda yang berkarya. Slogan klise sebuah iklan rokok yang sering terpampang di sudut kota   kumuh di provinsi kita. Kalimat itu juga kerap kita dengarkan ketika iklan di tipi yang kebetulan lewat ketika kita sedang nonton film manca negara. Atau kalimat itu kerap hadir dan menjadi kuat dalam ingatan kita yang berkesan tentunya. Anak muda mesti berkarya. Hingga banyak kasus mesum yang kian ramai kita dapatkan di nanggroe kita juga adalah hasil karya anak anak muda yang kreatif. Bayangkan saja mereka bisa bikin sebuah film pendek dengan durasi yang memadai dan jadi tontonan para anak anak remaja yang masih galau dan alay. Itu kadang saja tidak cukup, ada yang selepas malam minggu telat pulang ke kost kontrakan mereka lalu sampailah pada sebulan selepas itu yang wanitanya tidak kedatangan bulan. Ini juga sebuah hasil dari karya anak muda, luar biasa. Jangan tanya mereka masih perjaka atau perawan, itu hal yang tidak dapat dijelaskan dengan kata kata. Yang muda yang suka film korea...