TIPS RAHASIA MENANG LOMBA CERPEN REMAJA PT ROHTO



(TOP SECRET CUMA UNTUK WARGA WR... DILARANG COPAS...!!!)
*silakan baca di sini saja JANGAN TULIS DI NOTE FB-nya, nanti bisa timbul masalah dengan panitia lomba, dan PP tidak tanggung jawab).

Saatnya Warga WR sapuh bersih juaranya dengan total hadiah Rp 95 juta.

Perhatikan baik-baik beberapa poin penting berikut ini.

Kelangkapan naskah:
  • Sinopsis (ditulis semenarik mungkin tentang jalan cerita dan kelebihan serta keunikan cerpennya. JANGAN MENULIS KELEMAHAN CERPEN JIKA TAK MAU NASKAHNYA MASUK TONG SAMPAH). Usahakan sinopsinya 1 halaman spasi 1,5, kalau sampai 4 halaman itu mah bukan sinopsis lagi.
  • Sertakan kemaskan Lip Ice atau segel Selsun, jika tidka menyertakan ini alamat naskah kamu masuk TONG SAMPAH.
  • Sertakan foto ukuran post card bentuk closeup, setengah badan, jangan cuma kepala saja yang difoto.
  • Sertakan biodata lengkap, tulis juga nama kamu di naskah cerpen. Jangan lalai, jika naskah cerpen kamu kenapa-kenapa dengan tanpa nama, dari pada bikin pusing malahan cerpen kamu itu masuk TONG SAMPAH.
  • Dijilit rangkap 3, termasuk yang asli, usahakan dengan jilid kertas filem supaya lebih rapi.
  • INGAT...!!! Ada ribuan CERPEN yang harus diseleksi awal oleh panitia, kurang saja satu syaratnya: NASKAH CERPEN KAMU LANGSUNG MASUK TONG SAMPAH.
  • Usahakan KIRIM MINIMAL 1 BULAN SEBELUM DEADLINE. Ingat, ada ribuan cerpen yang harus diseleksi awal, dan pengirim terakhir/dekat-dekat DL KEMUNGKINAN BESAR TIDAK DIBACA LAGI, karena sangking membludaknya.
*catatan: Sinopsis adalah penentu nasib naskah cerpen kamu apakah akan masuk nominasi atau tidak. Jika sinopsis kamu tidak menarik dan asal-asalan silakan gigit JARI deh.

Isi Cerpen:
  • Gunakan salah satu genre ini: 1) naturalis/realis atau 2) abstrak/suryalis.
  • TOKOH UTAMA WAJIB REMAJA: kisaran umur 10 sampai 25 tahun (dan belum menikah).
  • Masukan unsur-unsur lokalitas (kedaerahan) baik bahasa, nama tempat, nama-nama perkakas, nama-nama tokoh yang khas, dan seting cerita.
  • Masukan kritik sosial: seperti kesenjangan pendidikan, kemiskinan, kebudayaan (tentang pelestarian kebudayaan), lingkungan hidup, dll.

Gaya Bahasa dan Penulisan:
  • Gunakan bahasa Indonesia baku (pakai bahasa sastra bukan bahasa ilmiah atau jurnalistik).
  • HINDARI PENGGUNAAN BAHASA GAUL di narasi/deskripsi (DIBATASI cuma dalam kalimat dialog saja).
  • Tulis miring bahasa daerah atau bahasa asing.
  • Bikin catatan kaki arti dari kata atau dialog daerah (cara, letakan kursor di ujung kata/kalimat dialog lalu tekan tombol: CTRL+ALT+F).
  • JANGAN MENULIS KALIMAT YANG PANJANG-PANJANG, idealnya maksimal 12-15 kata setiap kalimat.
  • Perhatikan pengaturan alenia/paragraf kalimat dialog JANGAN ditumpuk cuma satu halaman. Harus dijorokkan ke dalam (tekan Tab). JANGAN PAKAI SAMA RATA SEMUA DI SISI KIRI.
  • CANTUMKAN NOMOR HALAMAN.

Semoga menang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenang Dr Ir Agussalim, Mantan Purek III Unsyiah

Tips Menjadi Novelis dari Haruki Murakami

Nangkring SaatnyaNonTunai, Bandar Publising Wakafkan Buku Untuk Kompasiana