Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

The Curious Incident of the Dog in the Night-time, Mark Haddon

Gambar
Judul dan sampul yang menarik. Itu yang saya pikirkan ketika pertama kali melihat buku ini di sebuah toko buku di sudut Jakarta, dan itu pula yang saya pikirkan ketika saya membawanya ke kasir dan membayarnya. The Curious Incident of the Dog in the Night-time karangan Mark Haddon adalah buku yang memenangi Whitbread Award (saya sempat membaca sebuah komentar di Goodreads dari seorang pembaca yang dengan keras mempertanyakan keputusan juri mengangkat buku ini sebagai pemenang Whitbread Award ). Sebelum membaca buku ini, saya mendengar dari beberapa kawan yang juga merekomendasikan buku ini untuk saya baca, bahwa si pengarangnya bertutur dari sudut pandang anak dengan autisme. Menarik sekali, pikir saya. Belakangan saya tahu bahwa yang tepat bukanlah autisme, melainkan sindrom asperger (yang ternyata setelah saya cari tahu, juga merupakan bagian dari autisme/ autism ). Semakin menarik. Saya pun mulai membaca. Christopher Boone adalah nama si tokoh utama. Ia menemukan seekor anjing yang ...

Lima Bupati dan Walikota Tercantik di Indonesia

Gambar
Para Bupati/Walikota tercantik ini memang lebih terlihat sebagai model dibandingkan dengan pejabat pemerintah. Lihat saja kecantikan mereka. Di tengah tengah kesibukannya sebagai pejabat negara tidak menghalangi para politisi perempuan ini untuk tetap tampil cantik pada kesibukannya melayani rakyat. Penampilan juga harus jadi nomor wahid untuk tampil di depan publik, dengan tidak abaikan tugas mereka sebagai pemimpin masyarakat. Perempuan-perempuan ini terpilih sebagai Bupati dan Walikota dari berbagai daerah kabupaten dan kota di Indonesia. Mereka dari berbagai latar organisasi dan partai politik pendukung. Perempuan-perempuan itu tetap tampil cantik di depan publik dan dunia kerja mereka sewaktu memimpin dan jadi abdi negara. Mereka ini masih tergolong muda, berumur antara 40-50 tahun. Berikut ini para wanita-wanita cantik yang jadi Bupati/Walikota di Indonesia versi cerpen-night: Airin Rachmy Diany (Walikota Tangsel) Wanita cantik kelahiran 1976 ini terpilih sebagai Walikota Tangse...

The Da Vinci Code, Dan Brown

Gambar
Untuk urusan buku, genre misteri, detektif, dan thriller bukanlah favorit saya. Begitu pula dengan horor dan science-fiction. Bagi saya, jenis-jenis cerita dalam golongan tersebut lebih seru kalau diikuti dalam bentuk audio-visual alias film. Maka dari itu, ketika pertama kali The Da Vinci Code, novel Dan Brown, pertama kali heboh sekitar sepuluh tahun lalu, saya sama sekali tidak tertarik untuk membacanya. Karena saya tidak tertarik dengan tema yang ia angkat, itu saja. Semakin banyak orang yang membicarakannya, semakin saya kehilangan minat untuk bahkan sekadar mencoba membaca beberapa halaman di toko buku. Sampai akhirnya sepuluh tahun kemudian, saya bertemu dengan seorang perempuan. Kami berkenalan di sebuah coffee shop di Yogyakarta, dan bicara banyak tentang macam-macam hal, termasuk buku. Kami saling melemparkan pertanyaan buku apa yang menjadi favorit kami. Saya menjawab, tentu saja, serial Harry Potter karangan Joanne Kathleen Rowling (meski saya menambahkan keterangan bahwa ...

Such, Such Were the Joys, George Orwell

Gambar
Apa yang bisa kamu ingat dari masa kecilmu? Permainan kelereng dengan teman-teman satu kompleks? Suara ibu yang nyaring memanggil dari dapur? Bentakan ayah saat memarahimu karena pulang terlalu larut? Atau sekumpulan anak yang tidak menerimamu masuk ke dalam geng mereka? George Orwell mengingat hanya sedikit hal dari masa kecilnya, seperti yang ia tulis, namun hal-hal itu merupakan sedikit yang terpenting yang perlu ia ingat dan renungkan. Dan, ia bagi lewat orang-orang yang membaca bukunya. Such, Such Were the Joys, adalah pintu menuju masa kecil Orwell, pada tahun 1916, ketika ia masih bersekolah dasar. Dibuka dengan narasi tentang mengompol (ya, mengompol), Orwell memulai perenungannya tentang hal-hal yang dahulu tidak ia pikirkan, tentu saja karena ia masih kecil. Ia memikirkan tentang mengompol yang menjadi sesuatu yang sangat identik dengan anak-anak. Anak-anak mana yang tidak mengompol? Dan apakah yang terjadi ketika kita sudah tumbuh semakin besasr dan masih mengompol? Kita a...

Ini Dia Video Fadhli di AKSI Indosiar

Gambar
facebook: Peduli AKSI Fadhli Muhammad Zulfadli (25), salah satu konsestan dalam ajang mencari bakat da'i-da'i muda di stasiun televisi Indosiar  Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar tampil memukau pada malam Jumat, 20 Juni 2014 yang disiarkan live oleh tv tersebut. Fadhli  merupakan mahasiswa Universitas Al-Muslim Bireuen mengikuti ajang AKSI itu membawa nama harum  Aceh. Fadhli juga alumni Pesantren Modern Misbahul Ulum, Lhokseumawe. Pemuda murah senyum ini yang juga adik kandung Joel Pasee tampil memakai peci khas Aceh dengan hiasan sauvenir  rencong Aceh. Dia mengawali salam pembuka dalam bahasa Aceh: "Jaroe Dua Blah Ateuh Jeumala, dari jauh kaki melangkah Serambi Mekkah tempat bermula" ucap Fadhli, disambut tepuk tangan meriah dari penonton di studio. Pada kontes AKSI Indosiar itu, Fadhli membawa tema dakwah tentang "Zikir Hati Jadi Tentram" Fadhli tampil tepat waktu lima menit sesuai waktu yang diberikan. Dia bahkan mendapat pujian yang luar biasa ...

Dua Tahun Pemerintahan ZIKIR: Tantangan Dan Harapan

Gambar
Logo Lomba 2 Tahun Pemerintahan ZIKIR |  Dua Tahun Pemerintahan Zikir seakan tanpa terasa.  Pasangan  Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh setelah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri)pada Senin  25 Juni 2012, di Gedung DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Aceh. Pasangan Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf ( akrab dikenal  Pasangan Zikir) menjadi pemimpin di provinsi paling barat Pulau Sumatera atas hayat hidup 5 juta jiwa masyarakat  Aceh. Tanggal 25 Juni 2012 merupakan hari bersejarah bagi rakyat Aceh dalam menatap masa depan yang lebih maju dan bermartabat. Dua Tahun Pemerintahan Zaini-Muzakkir sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh hasil pilihan rakyat Aceh pada pemilihan kepala daerah, 9 April 2012 telah banyak melakukan program-program yang sedang akan terus dijalankan oleh Pemerintahan Zikir.  Zaini�Muzakkir dilantik oleh Gamawan Fauzi selaku Mendagri atas nama Presiden Republik Indonesia dalam Sidang P...

Jokowi: Aceh Itu Kampung Saya

Gambar
Jelang 9 Juli 2014 situasi politik di seantero nusantara kian panas. Terutama dari kedua kubu timses masing masing calon presiden. Dua orang tokoh bangsa yang telah diusung oleh koalisi partai masing masing saling menjagokan kandidatnya. Mereka saling klaim kalau calon presiden dari kalangan mereka itu yang berhak dan pantas untuk menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-7. Bagi kita rakyat Indonesia yang telah atau belum menentukan siapa yang akan dipilih pada 9 Juli nantinya, sudah bisa dari sekarang untuk mengukur siapa yang layak dan pantas mewakili jadi Presiden Indonesia pasca habis masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah memerintah selama 10 tahun lebih. Melihat track record pemimpin tentu saja sangat penting dalam menentukan presiden kita nantinya. Kita sebagai Aceh, tentu juga sangat penting menelisik tolak ukur kedua calon tersebut. Zaini Abdullah (Gubernur Aceh) bersama Joko Widodo | Net Mau tidak mau, suka tidak suka. Baik pasangan Prabowo-Hatta dan...

Ini Dia Profil Moderator Debat Capres Kedua

Gambar
cerpen-night, Berita - Debat Capres Minggu ke-II yang akan disiarkan oleh MetroTV akan dimoderatori oleh seorang Guru Besar Universitas Brawijaya, Malang. Acara debat itu akan dilangsungkan pada Minggu (16/6) malam di Hotel Grand Melia, Kuningan Jakarta Selatan. Dalam debat edisi kedua ini akan mengulas tentang visi-misi capres-cawpres dibidang ekonomidan kesejahteraan sosial. Pria bernama lengkap Prof Dr Ahmad Erani Yustika, MSc, PhD kelahiran Ponorogo 1973 ini seorang dosen Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Unibraw merupakan sosok yang telah dipilih oleh KPU serta kesepakatan timsukses capres-cawapres ini akan memandu acara debat dengan sejumlah pertanyaan yang telah dipersiapkan oleh KPU. "Kemampuan dia (Ahmad Erani Yustika) di bidang ekonomi bagus, performance juga bagus dan mampu membawakan acara debat semacam ini," tandas Arief Budiman, Anggota KPU sebagaimana dikutip dari beritahukum.com Melalui akun twitternya @AhmadErani mengucapkan teri...

Ini Dialog Imajiner Capres

Gambar
"Jikalau tidak dengan mereka (wanita), kemenangan tak mungkin kita capai" Gus Lenin (1870-1924) Karena lagi copres, quote ini dianggap rasis kepada salah satu copres. Salah doi sik ngak CLBK lagi sama Mbak itu. Tapi anehnya waktu pileg lalu, ada caleg 'metultahya' yang menang tanpa ada... Ah, Sudahlah. Artinya quote Gus Lenin diatas tidak selamanya berlaku benar. Tergantung ya. Sementara itu, disebuah Warung Kopi  CIGATARASA, terjadi dialog hangat tentang berita Cinta Lama Bersemu Kembali (CLBK) itu, ini cuma dialog imajiner sebuah tim copres dari sebuah planet tak bernama. Pahri: Ci yee... Padli: Piwwwiet.. Anis Sakti: Sihiiiy, ane aja udah dua sob, produk impor lagi Roma Kharisma: Ana sudah trauma sama Angel Lega, Staz! Terlaaalu.. Abu Radja Batat: Gue mending disuruh liburan sama adektu ke Maldives bro... Mahpud PeDe (NU); Min, tolong dibantu nih. Bikin doa bareng, sampeyan yang pimpin doa. Amin Rasis(MD): "Hah, aku? Kalian yang bikin pers...

1984, George Orwell

Gambar
Di tengah-tengah hiruk-pikuk percakapan dan bukan percakapan tentang politik, dalam rangka menjelang pemilihan presiden Indonesia yang baru, saya melewatkannya dengan membaca buku yang sudah sejak lama ingin saya baca namun baru sempat membacanya beberapa hari yang lalu. Dan, ketika membacanya, hanya satu kata yang secara spontan meluncur dari mulut saya: ngeri . 1984 adalah sebuah novel distopia yang ditulis oleh George Orwell, pengarang berkebangsaan Inggris yang juga peraih Nobel Kesusastraan. 1984 terbit pertama kali pada tahun 1949. Lewat 1984, Orwell menulis semacam ramalan akan kondisi Inggris kurang-lebih empat puluh tahun mendatang. Pernah dengar istilah �The Big Brother�? Kalau pernah, maka kamu perlu tahu bahwa istilah tersebut diciptakan oleh Orwell di dalam novelnya, 1984. Tokoh utama dalam 1984 adalah seorang pria berusia tiga puluhan tahun, mendekati empat puluh, bernama Winston Smith. Ia bekerja di �Ministry of Truth�, di dalam Departemen Rekaman atau Records Depa...